Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan

Untuk Sebuah Rindu...


Untukmu sebuah rindu,,
apa yang engkau sembunyikan dibalik semua pertemuan?
mendepakku dari kelogisan
menyemai semestaku pada sebuah sesak yang menyenangkan
untukmu sebuah rindu,,
hanya rimbun daun yang tenggelam dalam warna kelabu
kubasuhkan muka atas hatiku yang beku


Malang, 6 Agustus 2012
"dalam kesibukan sepadat inipun,
kenapa hatiku masih sempat rindu?"
 

Music...


Because you are....
rain in my life
music in my dream
episode in my waiting
words in my writing
coffee in my inspiration
and
you are everything.


Malang, 22 Juli 2012
"in the afternoon"
 

Do You Know?

image source

Tidak tahukah?
seberapa nyeri aku merindukanmu..
.....



Malang, 9 Juli 2012
masih merindukannya..

I Keep Missing You...


Saya masih bertahan dengan waktu..
menumpuk berkas-berkas rindu dalam detik
berlomba saling melaju untuk sebuah kesempatan
mencari tempat terbaik untuk mengabaikan rindu ini
namun, tepatnya tidak di dunia ini
tetapi hanya ada dilubuk hatimu
.....



Malang, 9 Juli 2012

I Miss You



I thought that things like this get better with time
But I still need you, why is that?
You're the only image in my mind
So I still see you...around

I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
Said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same

Words don't ever seem to come up right
But I still mean them, why is that?
It hurts my pride to tell you how I feel
But I still need to, why is that?

It don't matter who you are
It's so simple, I feel it
But it's everything no matter who you love
It is so simple, I feel it
But it's everything

It don't matter who you are
It's so simple, I feel it
But it's everything no matter who you love
It is so simple, I feel it
But it's everything


By: Beyonce 

Because I Can't...


Karena saya tak bisa sendirian di sini
menyeka airmata dengan ketidaktahuan
sebab, saya menjadi benar-benar rindu
untuk waktu yang tak tertahankan
namun, hati saya perlahan beku kedinginan
merutuk waktu yang melaju
saya hanya ingin ketemu hujan
agar tak terlalu lama berdiam dalam sahara rindu ini
ayolah hati, bertahan...



Malang, 8 Juli 2012

Saya Rindu...


Saya rindu..
saya rindu..
saya rindu..
saya rindu sekali
sampai menyalahkan hati saya sendiri karena rindu saya ini.



Malang, 8 Juli 2012

Ada Apakah, Hatiku?


Ada apa hatiku?
adakah kau ditempat yang semestinya
menyanding bersama juta logika yang sedari dulu kau banggakan?
adakah kau di sana?
ada apa hatiku?
percayalah pada keadaan
jangan merisaukan ketaksempurnaan
sebab, kau sendiri memahami bahwa
kesempurnaan hanya titik kosong dalam ruang kosong.
pahamilah hatiku,,
jangan menyalahkan keadaan dan dirimu sendiri
biarkan segalanya mengalir, begitupun dengan rindumu..



Malang, 8 Juli 2012

It's Hard For Missing You Like This...


I miss you so hard...
I hope it's not my most terrible feeling for you
if the distance is such a damn reason
let me be there with you..
I can't stand with it anymore
shed my tears and just smile at me
 I'll never ask more than your heart



Malang, 7 July 2012
 

Tahukah? Saya Sedang Merindukanmu...


Tidak tahukah?
.......
saya sedang menahan sesak yang semenjak semalam melesak
tidur dalam ribu rahasia keinginan rindu yang melelahkan
tahukah?
menunggumu dalam detik yang menghanyutkan
adalah penantian dalam klimaks kebosanan yang
menghabiskan titik kelogisan hatiku
Bisakah engkau tahu?



Malang, 7 July 2012
so damn, why I miss you like this..
 

Missing You... Harder and Harder..


Again..
I found my self missing you
but it's going harder in every second
such as my breath can hold my self anymore
for just missing you like this


Saya lagi, merindukanmu...
Namun, kali ini lebih berat daripada sekedar lepas pada pertemuan sebelumnya. Saya menantikanmu selalu pada sudut yang sama di kafe yang sama dan di senja yang berbeda. Entahlah, apakah karena pertemuan kita tak pernah sesering dulu? Sehingga menumbuhkan rindu yang melipat dan mengarat seperti ini?


Beberapa bulan yang lalu, kamu pergi menempuh studi lanjutan di negeri seberang. Mengganti semua angan menjadi mimpi yang nyata. Berlomba manandingi waktu dan rasa malas untuk sejumput cita di sana. Menggadaikan sebuah rindu untuk sebuah jeda yang begitu panjang. Meninggalkan kenangan indah dibelakang jejakmu sejelas ini.


Masih kuingat, bagaimana aku tersenyum bahagia mendengar kabar itu darimu. Bahwa kamu akan menempuh jarak itu demi sebuah rasa yang kamu tanam untukku. Memberiku spasi indah untuk menyuburkan rindu demi rindu yang kutanam jauh-jauh hari. Kejora demi kejora mengganti masa dalam bundaran hari dan jam. Tak terasa, rindu yang saya tanam ternyata semakin menusuk dan tak tertahankan. 


Kadangkala, saya merasa telah menyimpan rindu ini sendirian. Rindu yang terkalahkan oleh debur buku dan riset retorikamu. Saya lebih sering membahasakan rindu ini dengan kesendirian dalam kata dan belenggu. Sebab, saya tahu bahwa tak mampu mengatakan rindu itu pada bahasa yang sedang mengejar cita-citamu. Namun, saya tak pernah merasa terabaikan. Karena kamu bahagia di sana...


Semakin saya berlomba dengan waktu untuk mengubur rindu ini, maka semakin berat beban hati dan menyesakkan nafas begini. Sambil mengharap pada Tuhan, agar saya mampu melebur segalanya lewat waktu. Saya akan tetap bertahan untuk kerap merindukanmu seperti ini. Maaf...




Malang, 22 June 2012
Ummu Salamah, 17

Let Me Miss You...


Ada nganga luka yang menggema lirih dihatiku
sebelum kupinta waktu untuk tetap membuatku berdiri
ada sisi hati yang meremas nafasku
ketika hujan merintik di atas pedihku
mengunci rindu yang mengarat
menahan segalanya dengan bebat erat

Bolehkah aku merindukanmu,
membebanku hingga sekarat separuh uluku
meminangmu kembali dengan kata
izinkan jarak membelenggu rindu ini
sebab, tak mampu ku melangkah sendiri
membawa berat rindu yang sekarat.



Malang, 22 June 2012
"Why I miss you so much?"

Aku dan Kata Kerinduanku...




Menyelinap diantara derasnya makna aksara
dalam untaian kalimat yang menumpah
sama seperti ketika gundukan tanah
menggunung dan memuntahkan lahar
deburannya mengalir begitu saja yang menerabas segala.

Aku dan kata kesetiaanku,
adalah merasakan butiran embun sisa malam
yang datang pada dedaunan
diantara kabut dingin yang menyatu di tanah yang membasah,
di detak nadi hari lalu
menunggu esok terus datang,
meski aku tertunduk lesu.


RUANG JINGGA
Rini Intama, 2012

Sedih Itu,,,


Sedih itu, hanya setumpuk hening yang membadai
Meninggalkan risau yang menggetar
Kelam yang tak terabaikan
dan tak tercapai kata.
.......



20012012. 07.55 wib.
Di pagi yang penuh hujan.