Tampilkan postingan dengan label Sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedih. Tampilkan semua postingan

Untuk Sebuah Rindu...


Untukmu sebuah rindu,,
apa yang engkau sembunyikan dibalik semua pertemuan?
mendepakku dari kelogisan
menyemai semestaku pada sebuah sesak yang menyenangkan
untukmu sebuah rindu,,
hanya rimbun daun yang tenggelam dalam warna kelabu
kubasuhkan muka atas hatiku yang beku


Malang, 6 Agustus 2012
"dalam kesibukan sepadat inipun,
kenapa hatiku masih sempat rindu?"
 

Berhentilah Untuk Sakit, Hatiku...


Sabar Ry....
Saya yakin, Allah tengah berikan saya ujian untuk kelulusan kedewasaan saya. Uji tingkatan agar saya menjadi manusia yang lebih baik lagi nantinya. Saya tak kecewa dia menyakiti saya seperti ini, belajar bersabar dan tidak menyimpan dendam pada siapapun.

Pencarianku...


Pencarianku di ufuk fajar
Aku menemukannya..
Tergeletak menunggu jauhnya perjalananku
Tetapi...
Pertemuan itu, mendeburku dalam gelombang
yang lebih
dan lebih..


Malang, 1st June 2012
"Catatan kecil sebelum subuh, menemui kenyataan kelam. Sanggupkah bertahan?"

Peluk


Sebuah mimpi di ujung senja yang membuta. Iseng membayangkanmu yang mungkin tiba-tiba hadir dipintu itu. Dengan senyum terkejut yang melesak tiba-tiba, kamu memelukku tanpa sepatah kata. Hanya menikmati jeda panjang antara jantung kita dan saling mendengarkan lantun sunyi hati kita yang saling bicara. Semenit, dua menit, jemari bergetar menghitung detak detik itu. Kamu masih terpaku dalam pelukan itu. Tiga menit, aku mulai berpikir ingin membunuh si waktu yang kejam melajukan detiknya. Sampai pada akhirnya peluk itu memberi spasi di ruang jantung kita. Kamu melepasnya, membuatku ingin mengulang waktu yang sama dengan masa yang lebih panjang. 

I am Sick...

Bunda,,,
Sakitkah aku? Sakit apa lagi yang kurasakan kali ini, Bunda? Lebih sakitkah dari luka-luka yang pernah kurasakan sebelumnya? Tenanglah Bunda... Sakit apapun itu, aku takkan menyerah sama sekali pada takdir dan waktu. Mereka tak berhak atas hidupku, hanya Allah yang tahu bagaimana rencana hidupku selanjutnya. Dari awal akupun terlahir tak sempurna bunda,,, yang terlahir jauh dari kata 'hidup' yang semestinya. Tak perlu khawatir dengan keadaanku, aku takkan sedih dengan ketakberdayaan yang Tuhan berikan ini padaku.

Sedih Itu,,,


Sedih itu, hanya setumpuk hening yang membadai
Meninggalkan risau yang menggetar
Kelam yang tak terabaikan
dan tak tercapai kata.
.......



20012012. 07.55 wib.
Di pagi yang penuh hujan.